Case Study

Dari Banned Terus Menjadi Profit Konsisten: Perjalanan Dropshipper Sukses

Tim Cloaking Pro 13 Dec 2025 10 menit baca
Dari Banned Terus Menjadi Profit Konsisten: Perjalanan Dropshipper Sukses

Ini adalah kisah nyata seorang dropshipper dari Surabaya yang hampir menyerah setelah kehilangan 7 akun Facebook Ads, tapi akhirnya bangkit dan sekarang menghasilkan profit konsisten Rp 50-80 juta per bulan.

📝 Note: Nama dan beberapa detail disamarkan untuk privasi. Cerita ini berdasarkan wawancara langsung dengan klien.

Perkenalan: Meet Andi

A

Andi (bukan nama sebenarnya)

Dropshipper, 28 tahun, Surabaya

Produk: Fashion wanita (gamis, hijab, tas)
Platform: Facebook Ads, Instagram Ads

Andi memulai bisnis dropship di tahun 2021, di tengah pandemi. Seperti banyak orang, dia melihat peluang di online business dan memutuskan untuk terjun dengan modal minim.

"Waktu itu saya baca-baca di internet, katanya dropship itu modal kecil, untung besar. Ya sudah, saya coba. Ternyata realitanya tidak sesederhana itu."

— Andi

Awal Mula: Mimpi Besar

Di awal, semuanya berjalan mulus. Andi berhasil mendapat supplier yang bagus dari Tanah Abang. Produknya fashion wanita muslim - gamis, hijab, tas. Margin 30-50%, market besar.

Bulan 1-3: Honeymoon Period

  • Budget ads: Rp 5 juta/bulan
  • Revenue: Rp 15-20 juta/bulan
  • Profit: Rp 5-7 juta/bulan
  • Status akun: Good standing ✅

"Wah enak banget ini," pikir Andi. "Tinggal scale up aja."

Bulan 4-6: Scale Up & Masalah Mulai Muncul

Andi mulai scale up budget ke Rp 15-20 juta/bulan. Tapi di sinilah masalah mulai muncul.

⚠️ Warning Sign #1:

Iklan mulai sering di-reject. Alasannya: "Misleading claims" dan "Before-after imagery". Padahal cuma foto model pakai gamis.

Andi coba appeal, kadang berhasil kadang tidak. Tapi dia terus jalan dengan mindset "yang penting profit."

Jatuh: 7 Akun Banned dalam 8 Bulan

Kemudian badai datang.

Akun #1 - Banned (Bulan ke-7)

"Circumventing systems policy" - Andi tidak mengerti kenapa

Akun #2 - Banned (Bulan ke-8)

Buat akun baru, banned dalam 2 minggu

Akun #3, #4, #5 - Banned (Bulan ke-9-10)

Coba berbagai cara: ganti HP, ganti IP, tetap banned

Akun #6, #7 - Banned (Bulan ke-11-12)

Beli akun aged, tetap tidak bertahan lama

"Saya sudah coba semua cara yang diajarkan di grup-grup Facebook. Ganti device, ganti IP, pakai proxy, beli akun lama. Tetap aja kena. Saya mulai frustasi dan hampir menyerah."

— Andi

Dampak Financial

Saldo iklan hangus Rp 12 juta
Biaya beli akun aged Rp 5 juta
Revenue lost (tidak bisa iklan) Rp 40 juta+
Total Kerugian Rp 57 juta+

Titik Balik

Di titik terendah, Andi hampir memutuskan untuk berhenti dan cari kerja kantoran. Tapi seorang teman di komunitas dropshipper menyarankan untuk mencoba pendekatan berbeda.

"Dia bilang, 'Bro, masalahmu bukan di akun. Masalahmu di landing page dan traffic quality. Coba pakai filter traffic, pisahkan bot dari human visitor.'"

— Andi

Awalnya Andi skeptis. Dia sudah trauma dengan berbagai "solusi" yang dijual di internet. Tapi karena sudah desperate, dia memutuskan untuk mencoba.

Bangkit: Sistem Baru

Apa yang Berbeda?

❌ Cara Lama
  • Direct link ke landing page jualan
  • Semua traffic ke halaman yang sama
  • Tidak ada filter bot/reviewer
  • Claim produk agresif
  • Fokus ganti akun terus
✅ Cara Baru
  • Traffic di-filter dulu
  • Bot/reviewer → safe page
  • Human → offer page
  • Content compliant policy
  • Fokus jaga 1 akun dengan baik

Implementasi Step by Step

  1. Minggu 1: Setup sistem filter traffic, buat safe page yang compliant (artikel tentang fashion tips)
  2. Minggu 2: Buat offer page yang tidak terlalu agresif, fokus ke value proposition bukan hype
  3. Minggu 3: Test dengan budget kecil (Rp 200K/hari)
  4. Minggu 4: Tidak ada warning, mulai naikkan budget pelan-pelan
🎉 Hasil Minggu Pertama:
  • Tidak ada reject iklan
  • Tidak ada warning
  • CTR naik dari 1.2% ke 2.8%
  • Conversion rate naik 40%

Sekarang: Profit Konsisten 8 Bulan

8 bulan berlalu sejak Andi menggunakan sistem baru. Hasilnya?

8

Bulan Stabil

1

Akun (No Ban)

50-80jt

Profit/Bulan

2

Karyawan

Perbandingan Lengkap

Metrik Dulu Sekarang
Budget/bulan Rp 15-20 juta (stop-start) Rp 40-50 juta (konsisten)
Revenue/bulan Tidak menentu Rp 150-200 juta
Profit/bulan Rp 0 - rugi Rp 50-80 juta
Status akun Banned terus Good standing 8 bulan
Stress level Sangat tinggi 😰 Low, predictable 😊
Tim Sendiri 2 karyawan (CS & packing)

"Yang paling berharga bukan cuma profit-nya. Tapi peace of mind. Dulu setiap pagi bangun tidur, yang pertama dicek adalah status akun. Sekarang saya bisa fokus ke produk, customer service, dan scaling tanpa khawatir banned tiba-tiba."

— Andi

Tips untuk Dropshipper dari Andi

1. Jangan Fokus Ganti Akun, Fokus Perbaiki Sistem

"Saya dulu buang waktu dan uang beli akun terus. Padahal masalahnya bukan di akun, tapi di cara saya beriklan."

2. Investasi di Tools yang Tepat

"Memang ada biaya bulanan untuk filter traffic. Tapi dibanding kerugian akun banned? Jauh lebih worth it."

3. Sabar dalam Scaling

"Dulu saya langsung scale gila-gilaan begitu dapat winning campaign. Sekarang saya sabar, naik 20% per minggu maksimal."

4. Jangan Pakai Claim Berlebihan

"Produk bagus tidak perlu hype berlebihan. Fokus ke value, bukan janji-janji yang tidak bisa dibuktikan."

5. Build Long-term, Bukan Sprint

"Bisnis itu marathon, bukan sprint. 1 akun yang sehat selama setahun jauh lebih valuable daripada 10 akun yang masing-masing cuma bertahan sebulan."

📞 Pesan dari Andi untuk Pembaca

"Kalau kamu lagi di posisi seperti saya dulu - frustrated, hampir menyerah, akun banned terus - jangan give up. Solusinya ada. Yang penting jangan repeat mistake yang sama. Cari cara yang lebih smart, bukan lebih keras."


Ingin Kisah Sukses Seperti Andi?

Mulai dengan trial gratis dan lihat perbedaannya sendiri

Daftar Sekarang

Tim Cloaking Pro Indonesia
Tim Cloaking Pro

Digital Marketing Expert

Tim ahli digital marketing dengan pengalaman 10+ tahun di bidang performance marketing, affiliate, dan traffic optimization.

💬 Punya Cerita Serupa?

Bagikan pengalamanmu atau konsultasi gratis dengan Cloaking Pro Indonesia

Chat WhatsApp