Tutorial

Kenapa Iklan Anda Sering Kena Banned? 7 Penyebab & Solusinya

Tim Cloaking Pro 16 Dec 2025 8 menit baca
Kenapa Iklan Anda Sering Kena Banned? 7 Penyebab & Solusinya

Apakah Anda sering mengalami iklan ditolak atau akun iklan kena banned? Anda tidak sendirian. Lebih dari 60% digital marketer Indonesia pernah mengalami masalah ini. Dalam artikel ini, kami akan membahas 7 penyebab utama dan solusi praktisnya.

⚠️ Penting: Artikel ini bertujuan edukasi untuk membantu Anda memahami policy platform iklan. Selalu patuhi Terms of Service masing-masing platform.

1. Landing Page Tidak Sesuai Policy

Penyebab paling umum iklan ditolak adalah landing page yang tidak sesuai policy. Google dan Facebook memiliki ribuan reviewer (manusia + AI) yang memeriksa setiap landing page.

Hal-hal yang sering menjadi masalah:

  • Pop-up berlebihan - Mengganggu user experience
  • Tidak ada privacy policy - Wajib untuk semua landing page
  • Tidak ada contact info - Harus ada email/telepon yang valid
  • Konten tidak sesuai iklan - Landing page harus relevan dengan ad copy
  • Loading lambat - Page speed juga dipertimbangkan
✅ Solusi: Buat landing page yang clean, profesional, dan compliance. Sertakan privacy policy, terms of service, dan contact information yang valid.

2. Klaim Berlebihan (Misleading Claims)

Platform iklan sangat ketat terhadap klaim yang berlebihan atau menyesatkan. Contoh klaim yang sering ditolak:

  • ❌ "Turun 10kg dalam 1 minggu DIJAMIN!"
  • ❌ "Profit 100 juta per bulan PASTI!"
  • ❌ "Sembuhkan diabetes dalam 3 hari"
  • ❌ "Rahasia kaya mendadak tanpa kerja"

Ganti dengan klaim yang lebih soft:

  • ✅ "Ribuan orang sudah merasakan manfaatnya"
  • ✅ "Metode yang sudah terbukti membantu banyak orang"
  • ✅ "Lihat testimoni customer kami"
  • ✅ "Hasil bisa berbeda untuk setiap orang"

3. Produk/Niche Terlarang

Beberapa kategori produk memiliki pembatasan ketat atau bahkan dilarang total di platform iklan:

Kategori Google Ads Facebook Ads
Gambling/Judi Restricted Prohibited
Adult Content Prohibited Prohibited
Crypto/Forex Restricted Restricted
Weight Loss Restricted Restricted
Health Supplements Restricted Restricted
CBD/Cannabis Prohibited Prohibited

4. Sistem Deteksi Otomatis

Google dan Facebook menggunakan AI canggih untuk mendeteksi pelanggaran. Sistem ini bisa mendeteksi:

  • Keyword sensitif di landing page
  • Gambar yang melanggar policy (before/after, body parts)
  • Pattern behavior mencurigakan
  • Similarity dengan landing page yang pernah di-ban

"Sistem AI Google bisa mendeteksi konten sensitif dengan akurasi lebih dari 95%. Bahkan perubahan kecil seperti warna tombol atau posisi teks bisa memicu review manual."

- Google Ads Policy Team

5. History Akun Buruk

Jika akun Anda pernah kena banned atau banyak pelanggaran, sistem akan lebih "curiga" terhadap iklan baru Anda. Ini disebut account trust score.

Cara meningkatkan trust score:

  • Mulai dengan iklan yang 100% compliance
  • Spend secara konsisten (jangan on/off)
  • Hindari perubahan drastis pada akun
  • Gunakan payment method yang verified
  • Lengkapi semua verifikasi yang diminta

6. Kompetitor Report

Ya, kompetitor bisa melaporkan iklan Anda. Jika cukup banyak laporan masuk, Google/Facebook akan melakukan review manual.

🚨 Red Flag: Jika iklan Anda tiba-tiba ditolak setelah berjalan lancar selama berminggu-minggu, bisa jadi ada kompetitor yang melaporkan.

7. Bot & Invalid Traffic

Ini yang sering tidak disadari: bot traffic bisa membuat akun Anda kena flag. Jika sistem mendeteksi traffic tidak wajar ke landing page Anda, akun bisa di-suspend.

Jenis traffic yang mencurigakan:

  • Traffic dari VPN/Proxy
  • Traffic dari datacenter IP
  • Click pattern tidak natural
  • Bounce rate sangat tinggi
  • Session duration sangat pendek

Solusi Lengkap: Sistem Filter Traffic

Setelah memahami penyebab-penyebabnya, berikut adalah solusi komprehensif yang bisa Anda terapkan:

1. Pisahkan Traffic Reviewer & Visitor

Gunakan sistem routing cerdas yang bisa membedakan reviewer platform (bot) dengan visitor asli (manusia). Reviewer melihat halaman yang compliance, visitor melihat halaman utama Anda.

2. Filter Traffic Tidak Valid

Blokir traffic dari VPN, proxy, dan datacenter IP. Ini akan meningkatkan kualitas traffic dan mengurangi risiko flag.

3. Geo-Targeting Ketat

Batasi traffic hanya dari negara/lokasi target Anda. Traffic dari lokasi tidak relevan sering kali adalah bot.

4. Rate Limiting

Batasi jumlah request dari satu IP dalam periode tertentu. Ini mencegah click fraud dan bot attack.

🛡️ Stop Banned, Mulai Profit!

Jangan biarkan akun Anda jadi korban berikutnya. Cloaking Pro Indonesia melindungi landing page dari 7 penyebab banned di atas - otomatis, tanpa coding, hasil instan.

Lindungi Akun Sekarang

Kesimpulan

Iklan kena banned bukan akhir dari segalanya. Dengan memahami penyebab dan menerapkan solusi yang tepat, Anda bisa menjalankan iklan dengan lebih aman dan profitable.

Key takeaways:

  1. Pastikan landing page 100% compliance
  2. Hindari klaim berlebihan
  3. Pahami policy untuk niche Anda
  4. Jaga trust score akun
  5. Gunakan sistem filter traffic untuk perlindungan ekstra

Tim Cloaking Pro Indonesia
Tim Cloaking Pro

Digital Marketing Expert

Tim ahli digital marketing dengan pengalaman 10+ tahun di bidang performance marketing, affiliate, dan traffic optimization.

🛡️ Lindungi Iklan Anda

Sistem filter traffic otomatis untuk mencegah banned & meningkatkan ROI

Daftar Gratis